Travel

Travel
Travel

Minggu, 22 Februari 2015

Pantai Tanjung Bira Bulukumba

Berawal dari ajakan kantor jalan-jalan ke Bira...mmm..bolehlah!
Walaupun saya asli Bulukumba, tapi kunjungan ke Tanjung Bira, baru 3x, termasuk perjalanan kali ini...itupun terakhir waktu masih kecil..Alhasil ketika semua teman se-mobil menjatuhkan tumpuan harapan kepada saya sebagai penunjuk jalan...jadilah saya kebingungan..tapi dengan inninawa (niat)..dan tentunya papan penunjuk jalan..akhirnya tiba juga di Tanjung Bira, tanpa nyasar..(mobil rombongan yang lain sempat nyasar ke arah Kab.Sinjai)
Sebenarnya papan penunjuk jalan ke Tanjung Bira terpajang dengan jelas sepanjang jalan...namun jalan cabang antara arah Kab. Sinjai dan Tanjung Bira agak membingungkan,,seharusnya ada tambahan penunjuk jalan sebelum jalan bercabang itu..
Perjalanan di tempuh kurang lebih 5 jam lamanya (ini kalau tidak singgah-singgah).Setelah mendapatkan jalanan yang kiri kanannya tidak berpenduduk,,jangan khawatir, kurang lebih 20 menit, Tanjung Bira sudah di depan mata....Horayy!!!
Gerbang masuk Tanjung Bira, disitu tertera tarif masuk, perorang dewasa Rp.10.000,- namun waktu itu kami dihitung semobil Rp.50.000,- padahal dalam mobil kami berjumlah 6 orang dewasa dan 2 anak kecil.
Karena tibanya malam, dan sebagai mobil rombongan pertama yang mendarat..maka kami menunggu rombongan lainnya di penginapan yang sudah di pesan beberapa hari sebelumnya. Rumah panggung yang terbuat dari kayu, merupakan ciri khas dari rumah-rumah yang ada di Sulawesi Selatan. Di Tanjung Bira banyak tersedia penginapan dengan berbagai fasilitas yang standar, seperti ac / kipas angin, tv, dapur...namun sayang penginapan kami tidak menyiapkan breakfast, jadi harus self service soal makanan...
Lokasi kami di Pantai Tanjung Bira agak di pinggir, sehingga suasananya lebih tenang dibanding yang ada di bagian pantai yang lebih ramai..(yang lengkap dengan fasilitas permainan air, seperti banana boat dll, penjual kerajinan dari kerang, cemilan khas Kab. Bulukumba maupun yang berasal dari Pulau Selayar seperti emping melinjo)
Beberapa rekomendasi oleh-oleh jika ke Kab.Bulukumba antara lain:
1. Asam Bulukumba (asam yang dibungkus daun pisang dan sudah dikukus)
2. Jagung Marning (jagung yang dijadian snack gurih dengan pilihan rasa asin, manis dan pedas)
3. Kerupuk Melinjo (ini berasal dari Pulau Selayar)
4. Terasi (yang bentuknya bundar-bundar kecil)
5. Bannang-Bannang (cemilan yang renyah dengan rasa gula merah)
6. Kerajinan kerang.
dan masih banyak pilihan oleh-oleh lainnya

rumah panggung khas sulawesi selatan

Pantai yang berada di belakang penginapan kami jaraknya dekat sekali, cukup berjalan kaki beberapa meter, dan menuruni tangga maka ...tadaaaa....tibalah di pantai...tapi sayang malam itu angin kencang sekali, jadi kami segera kembali ke penginapan mencari minuman hangat dan makan malam...
Jadilah kami bakar-bakar ikan...dan memasak beberapa menu seafood, seperti udang dan kepiting (dipesan dari pangkep,,tapi makannya di Bulukumba,jauhnyaaa)..
Semalaman hujan lebat, angin kencang sampai membuat jendela dan pintu terbanting-banting...tidak sampai di situ, mati lampu tengah malam lengkap membuat suasana jadi "sempurna"..tapi ternyata malah bikin tidur jadi nyenyak..karena dingin dan gelap gulita..xoxoxoxo
Keesokan paginya matahari bersinar cerah..Alhamdulillah...tapi listriknya masih padam..
Pasokan air jadi terbatas karena pompa air tidak dapat menyala...mau charger hp juga tidak bisa...betul-betuk kembali ke alam...
Niat membeli ikan langsung dari nelayan juga gagal..karena para nelayan pulang dengan perahu kosong,, badai semalam ternyata cukup parah, sehingga nelayan segera berlabuh kembali,,beberapa rumah di daerah Bulukumba juga terkena angin kencang dan sebagian rubuh...hmmm...sedihnya..apalagi dengar kabar kalau rumah tante dan nenek juga terkena musibah rusak terkena angin kencang...
Tapi...ini kan liburan..hayooo..ceriaaaaaa...semangaaaat!!!
Jalan-jalan ke pantai setelah perut terisi, sarapan seadanya...(ayam goreng dan burasa)..ini mah bukan seadanya... :)
setelah menuruni beberapa anak tangga maka kaki akan segera mendarat di pantai putih yang cantik


pemandangan pantai yang sangat indah, jadi ingin cepat berenang

Angin kencang bertiup membelai jilbab



Ada banyak kerang-keran bertebaran sepanjang pantai berpasir putih


Setelah puas bermain-main di pantai...jadi lapar lagi..lanjut ke acara bakar-bakar ikan...ikannya dapat dari hunting di tempat pelelangan ikan...Puas makan...lanjut nyayi-nyayi....
Dan akhirnya waktunya pulang dengan hati riang gembira..syalalalalala...dan perut kenyang..Alhamdulillah...
Kapan yaa ke Tanjung Bira lagi..
Rombongan kami memilih duluan pulang dibanding rombongan mobil lainnya, yang akan melanjutkan perjalanan ke Pantai Tanjung Bara, sebuah desitinasi wisata baru di Bulukumba, berjarak kurang lebih 4 km dari Pantai Tanjung Bira. Sebenarnya masih ada beberapa destinasi wisata menarik lainnya di Kab.Bulukumba, yaitu antara lain:
1. Pantai Mandala yang berada di Desa Ara (akses jalannya agak curam, tapi pemandangannya luaaarrr biasaaaa!!!!Pantai yang masih perawan..)
2. Tanah Adat Suku Kajang (Suku yang masih mempertahankan budaya dan tidak terpengaruh kemajuan tekhnologi, dan ciri khasnya menggunakan pakaian serba berwarna hitam)
3. Tanah Beru (tempat pembuatan kapal, yang pembuatannya secara tradisional)

Sepanjang perjalanan pulang...terlihat beberapa tiang listrik rubuh...ternyata inilah penyebab listrik padam dan sampai kami pulangpun belum nyala...
Mesjid Raya Bulukumba,,sepertinya masih belum rampung, tapi sudah cuantiiik

berpose dulu depan mesjid raya



Tidak ada komentar:

Posting Komentar