Travel

Travel
Travel

Rabu, 04 Maret 2015

Betapa WOW-nya Gili Trawangan, Lombok Utara, NTB

Travel Notes kali ini adalah perjalanan saya yang sudah lamaaaaaaa, hanya baru sekarang ada hasrat nulis postingannya...

Awal perjalanan sedikit kacau...dan sempat batal malah. Karena keseringan menganggap jarak rumah ke bandara dekat (padahal jauh), maka jadilah terlambat tiba di bandara, terlambat check in (jaringan buruk tak sempat check in online) dan....ketinggalan pesawat...ternyata sejak pertanggal berapa..maskapai Garuda memberlakukan check in lebih cepat..atau apalah..saya lupa alasannya...tapi pada dasarnya saya memang terlambat beberapa  menit...sempat mengemis di counter maskapai terkait...dan ditawarkan penerbangan besok..tapi saya harus tiba di Lombok hari ini juga...!! (Garuda Rute Makassar - Lombok hanya sekali sehari...di pagi hari)...

Kesana kemari mencari tiket syalalalala...tapi yang ada harus transit ke Surabaya, atau Bali, atau Jakarta... dan beberapa penerbangan full, akhirnya saya putuskan mengambil penerbangan Makassar-Surabaya-Lombok dengan menggunakan dua masapai berbeda..repot memang...

Tiba di Surabaya, saya berkenalan dengan seorang ibu paruh baya (sendirian)...ternyata beliau juga ketinggalan pesawat Garuda...namun pihak maskapai telah menawarkan penerbangan selanjutnya...katanya kalau orang yang sudah tua boleh mendapatkan kebijakan seperti itu...tanpa dikenakan biaya...waaahh...entah apa ibu ini salah ngomong (misalnya ternyata anak yang mengantarnya secara diam-diam telah mengganti tiketnya, sehingga ibu ini tidak perlu merasa khawatir..atau apa memang ada kebijakan seperti ini?)


Dan Alhamdulillah akhirnya tiba di Lombok...mencari taxi dan menelpon...lalu janjian di rumah makan Taliwang Irama yang terkenal dengan ayam bakar taliwang yang maknyusss...maaf soal harga saya tak punya info...soalnya kali ini ditraktir...

Ayam Bakar Taliwang dan Plecing Kangkung, plus sambel yang ngangenin..
Sumber: fb Lesehan Taliwang Irama

Keesokan harinya masih lanjut berwisata kuliner...Destinasi selanjutnya adalah yang tempat makannya asyik sekali, berada di pematang sawah...bahkan ada beberapa ekor bebek yang dibiarkan berkeliaran dengan bebas. Cara memanggil pelayannya adalah dengan membunyikan kentongan yang terbuat dari bambu.
tempat makan ini berada di persawahan, menunya juga asli indonesia

singgah dulu makan durian

Setelah acara yang harus saya hadiri beres dan tuntassss...perjalanan dilanjutkan ke Gili Trawangan..menggunakan perahu fast boat...melewati lautan yang biru dan tiupan angin yang lembut... sekali lagi soal harga..maaf kali ini juga masih ditraktir...Di atas kapal ketemu dengan 2 orang gadis Jepang, saya mengajak ngobrol dengan bahasa inggris belepotan (padahal setahu saya orang Jepang jarang bisa Bahasa Inggis)...ternyata dia menjawab dengan Bahasa Indonesia..oalaaaa..keturunan Jawa-Jepang..uks..maluu...
perjalanan menuju gili trawangan

sumber: indotravelers.com (lupa foto kapalnya waktu itu)


Tiba di Gili Trawangan...disambut dengan pemandangan yang indah...menapakkan kaki ke pasir putih

jalanan kecil setapak...dan deretan kafe yang dipenuhi dengan turis lokal dan mancanegara



Peta Gili Trawangan

Peta ini saya temukan di pinggir jalan sewaktu bersepada...fotonya kurang jelas..kalau mau jelas langsung ke TKP..xixixi..

Di Gili Trawangan jangan harap ada kendaraan motor lalu lalang....jalan kaki juga asyik..karena kiri kanan viewnya keren..tidak akan terasa capeknya, namun berikut alternatif kendaraan yang dapat digunakan untuk berkeliling di Gili Trawangan:
1. Bendi/ Delman
Banyak bendi euy...
2. Rental sepeda dengan harga murah banyak ditemukan di sepanjang jalan. Ada banyak pilihan jenis sepeda dan ukuran...tersedia juga sepeda yang bisa dikayuh untuk dua orang bersamaan. Pilihan sepeda ini cocok untuk yang datang berpasangan. Kalau masih single harus mencari pasangan cinlok dulu...
Deretan sepeda yang tertata rapi



Pantai putih,bersih,,tertata,perfecto
Setelah lelah bersepeda, ada beberapa tempat cafe yang bisa disinggahi untuk sekedar minum atau makan ringan atau sekalian yang berat.

Tempat makan, bersebelahan dengan pantai
jangan lupa membawa kacamata, selain buat anti silau, juga buat eksis..

Malam hari enaknya makan seafood,tempat makan yang satu ini mudah ditemukan, karena sangat ramai pengunjung, dan terlihat dari pinggir jalan. Tersedia berbagai makanan dengan menu seafood, ada udang, cumi, ikan, ayam juga ada, tapi yang paling mantap sepertinya sambelnya..

tempat makan ini sepertinya hanya buka pada malam hari..
Saya pribadi paling suka mengambil foto di pagi hari...Ada banyak spot buat foto, hampir semua tempat punya view yang cantik untuk diabadikan.

spot ini sepertinya favorit banyak orang buat foto,,artis-artis juga sering mengambil foto di sini


Thanks to all sponsor

Oleh-oleh yang bisa menjadi pilihan antara lain:
1. Terasi.
    Ada yang dijual perkilo, namun kalau mau praktis beli yang sudah dalam kemasan, Jadi tidak akan     berbau selama di perjalanan pulang.
2. Mutiara
    Bagi yang kurang paham memilih mutiara, belinya di tempat yang memang menjual perhiasan,    
    karena seringkali ada juga mutiara imitasi.
3. Baju kaos bertuliskan Lombok
4. Kain Sarung
    Waktu itu saya sempat membeli kain sarung, mirip sarung bali, namun jauh lebih tebal, dan sangat       ademmmm...
5. Salak
    Saya belinya di pasar tradisional, rasanya sangat manis, sampai di rumah langsung ludes. Dari    
    hotel ke pasar, saya menggunakan jasa delman






Minggu, 22 Februari 2015

Pantai Tanjung Bira Bulukumba

Berawal dari ajakan kantor jalan-jalan ke Bira...mmm..bolehlah!
Walaupun saya asli Bulukumba, tapi kunjungan ke Tanjung Bira, baru 3x, termasuk perjalanan kali ini...itupun terakhir waktu masih kecil..Alhasil ketika semua teman se-mobil menjatuhkan tumpuan harapan kepada saya sebagai penunjuk jalan...jadilah saya kebingungan..tapi dengan inninawa (niat)..dan tentunya papan penunjuk jalan..akhirnya tiba juga di Tanjung Bira, tanpa nyasar..(mobil rombongan yang lain sempat nyasar ke arah Kab.Sinjai)
Sebenarnya papan penunjuk jalan ke Tanjung Bira terpajang dengan jelas sepanjang jalan...namun jalan cabang antara arah Kab. Sinjai dan Tanjung Bira agak membingungkan,,seharusnya ada tambahan penunjuk jalan sebelum jalan bercabang itu..
Perjalanan di tempuh kurang lebih 5 jam lamanya (ini kalau tidak singgah-singgah).Setelah mendapatkan jalanan yang kiri kanannya tidak berpenduduk,,jangan khawatir, kurang lebih 20 menit, Tanjung Bira sudah di depan mata....Horayy!!!
Gerbang masuk Tanjung Bira, disitu tertera tarif masuk, perorang dewasa Rp.10.000,- namun waktu itu kami dihitung semobil Rp.50.000,- padahal dalam mobil kami berjumlah 6 orang dewasa dan 2 anak kecil.
Karena tibanya malam, dan sebagai mobil rombongan pertama yang mendarat..maka kami menunggu rombongan lainnya di penginapan yang sudah di pesan beberapa hari sebelumnya. Rumah panggung yang terbuat dari kayu, merupakan ciri khas dari rumah-rumah yang ada di Sulawesi Selatan. Di Tanjung Bira banyak tersedia penginapan dengan berbagai fasilitas yang standar, seperti ac / kipas angin, tv, dapur...namun sayang penginapan kami tidak menyiapkan breakfast, jadi harus self service soal makanan...
Lokasi kami di Pantai Tanjung Bira agak di pinggir, sehingga suasananya lebih tenang dibanding yang ada di bagian pantai yang lebih ramai..(yang lengkap dengan fasilitas permainan air, seperti banana boat dll, penjual kerajinan dari kerang, cemilan khas Kab. Bulukumba maupun yang berasal dari Pulau Selayar seperti emping melinjo)
Beberapa rekomendasi oleh-oleh jika ke Kab.Bulukumba antara lain:
1. Asam Bulukumba (asam yang dibungkus daun pisang dan sudah dikukus)
2. Jagung Marning (jagung yang dijadian snack gurih dengan pilihan rasa asin, manis dan pedas)
3. Kerupuk Melinjo (ini berasal dari Pulau Selayar)
4. Terasi (yang bentuknya bundar-bundar kecil)
5. Bannang-Bannang (cemilan yang renyah dengan rasa gula merah)
6. Kerajinan kerang.
dan masih banyak pilihan oleh-oleh lainnya

rumah panggung khas sulawesi selatan

Pantai yang berada di belakang penginapan kami jaraknya dekat sekali, cukup berjalan kaki beberapa meter, dan menuruni tangga maka ...tadaaaa....tibalah di pantai...tapi sayang malam itu angin kencang sekali, jadi kami segera kembali ke penginapan mencari minuman hangat dan makan malam...
Jadilah kami bakar-bakar ikan...dan memasak beberapa menu seafood, seperti udang dan kepiting (dipesan dari pangkep,,tapi makannya di Bulukumba,jauhnyaaa)..
Semalaman hujan lebat, angin kencang sampai membuat jendela dan pintu terbanting-banting...tidak sampai di situ, mati lampu tengah malam lengkap membuat suasana jadi "sempurna"..tapi ternyata malah bikin tidur jadi nyenyak..karena dingin dan gelap gulita..xoxoxoxo
Keesokan paginya matahari bersinar cerah..Alhamdulillah...tapi listriknya masih padam..
Pasokan air jadi terbatas karena pompa air tidak dapat menyala...mau charger hp juga tidak bisa...betul-betuk kembali ke alam...
Niat membeli ikan langsung dari nelayan juga gagal..karena para nelayan pulang dengan perahu kosong,, badai semalam ternyata cukup parah, sehingga nelayan segera berlabuh kembali,,beberapa rumah di daerah Bulukumba juga terkena angin kencang dan sebagian rubuh...hmmm...sedihnya..apalagi dengar kabar kalau rumah tante dan nenek juga terkena musibah rusak terkena angin kencang...
Tapi...ini kan liburan..hayooo..ceriaaaaaa...semangaaaat!!!
Jalan-jalan ke pantai setelah perut terisi, sarapan seadanya...(ayam goreng dan burasa)..ini mah bukan seadanya... :)
setelah menuruni beberapa anak tangga maka kaki akan segera mendarat di pantai putih yang cantik


pemandangan pantai yang sangat indah, jadi ingin cepat berenang

Angin kencang bertiup membelai jilbab



Ada banyak kerang-keran bertebaran sepanjang pantai berpasir putih


Setelah puas bermain-main di pantai...jadi lapar lagi..lanjut ke acara bakar-bakar ikan...ikannya dapat dari hunting di tempat pelelangan ikan...Puas makan...lanjut nyayi-nyayi....
Dan akhirnya waktunya pulang dengan hati riang gembira..syalalalalala...dan perut kenyang..Alhamdulillah...
Kapan yaa ke Tanjung Bira lagi..
Rombongan kami memilih duluan pulang dibanding rombongan mobil lainnya, yang akan melanjutkan perjalanan ke Pantai Tanjung Bara, sebuah desitinasi wisata baru di Bulukumba, berjarak kurang lebih 4 km dari Pantai Tanjung Bira. Sebenarnya masih ada beberapa destinasi wisata menarik lainnya di Kab.Bulukumba, yaitu antara lain:
1. Pantai Mandala yang berada di Desa Ara (akses jalannya agak curam, tapi pemandangannya luaaarrr biasaaaa!!!!Pantai yang masih perawan..)
2. Tanah Adat Suku Kajang (Suku yang masih mempertahankan budaya dan tidak terpengaruh kemajuan tekhnologi, dan ciri khasnya menggunakan pakaian serba berwarna hitam)
3. Tanah Beru (tempat pembuatan kapal, yang pembuatannya secara tradisional)

Sepanjang perjalanan pulang...terlihat beberapa tiang listrik rubuh...ternyata inilah penyebab listrik padam dan sampai kami pulangpun belum nyala...
Mesjid Raya Bulukumba,,sepertinya masih belum rampung, tapi sudah cuantiiik

berpose dulu depan mesjid raya